UJI DAYA HAMBAT DAUN KIRINYUH (Eupatorium odoratum L) PADA BAKTERI Staphylococcus aurues

Devi Novia

Sari


Kirinyuh (Eupatorium odoratum L) adalah gulma yang awalnya berasal dari Amerika Selatan dan Tengah, menyebar ke daerah tropis Asia, Afrika dan Pasifik, digolongkan sebagai gulma inpasif, semak berkayu yang berkembang cepat, juga dikenal sebagai gulma siam, berdiri membentuk padat yang dapat mencegah pertumbuhan jenis tumbuhan lainnya. Di dalam kirinyuh juga terkandung senyawa saponin yang merupakan salah satu senyawa yang mampu memacu pembentukan kolagen, yaitu protein struktur yang berperan dalam proses penyembuhan luka sekaligus mempunyai kemampuan sebagai pembersih sehingga efektif untuk penyembuh luka terbuka, sedangkan tannin dan flavonoid mempunyai aktivitas sebagai antiseptik dan antibakteri. Ekstraksi daun kirinyuh ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 10 hari lalu dipekatkan menggunakan Rotary evaporator hingga didapat ekstrak kental. Selanjutnya ekstrak dilakukan uji karakteristik diantaranya uji rendemen, susut pengeringan, dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kirinyuh (Ephatorium odoratum L) dengan konsentrasi 10%.20%. 30%, 40%, 50%dapat menghambat pertumbuh bakteri Staphylococcus aureus.

Referensi


Anonim, 1986, Sediaan Galemik, 2-3, Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Anonim,1989 Materia Medika Indonesia, Jilid V, 399-401, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Anonim, 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, 1, 3, Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Department Of Natural Resources, Mines and Water, 2006.Siam Weed Declared no 1. Natural Resources, Mines and Water, Pesr Series, Queensland, Australia. pp. 1 – 4. Harbone, J.B.,(1987), Metode fitokimia, Edisi ke dua, ITB, Bandung Jawetz, et al., 1995.Mikrobiologi Kedokteran , 218-228, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. Saifudin A, Rahayu V, Teruna HY . 2011. Standarlisasi bahan obat bahan alam. Yogyakarta. Graha Ilmu.

Vital, P.G., & Rivera, W.L. (2009).Antimicrobacterial Anonim, 1986, Sediaan Galemik, 2-3, Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Anonim,1989 Materia Medika Indonesia, Jilid V, 399-401, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Anonim, 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, 1, 3, Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Department Of Natural Resources, Mines and Water, 2006.Siam Weed Declared no 1. Natural Resources, Mines and Water, Pesr Series, Queensland, Australia. pp. 1 – 4. Harbone, J.B.,(1987), Metode fitokimia, Edisi ke dua, ITB, Bandung Jawetz, et al., 1995.Mikrobiologi Kedokteran , 218-228, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. Saifudin A, Rahayu V, Teruna HY . 2011. Standarlisasi bahan obat bahan alam. Yogyakarta. Graha Ilmu.

Vital, P.G., & Rivera, W.L. (2009).Antimicrobacterial




DOI: https://doi.org/10.52161/jiphar.v5i2.294

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats


Kantor Sekretariat:
SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU
Mail  : Jln. Indragiri Gang 3 Serangkai,Padang Harapan, Kota Bengkulu, Kode Pos : 38224, Indonesia
Telepon : (0736)27508
Fax : (0736)27508
E-mail : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
 
2019 STIKES Al Fatah