Gambaran Pengadaan Obat Bebas Di Apotek Delima

Nurul Choerina

Sari


Kekurangan jumlah sediaan farmasi terutama obat di sarana pelayanan kesehatan akan menurunkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap suatu apotek dan penurunan dalam segi ekonomi, oleh sebab itu sistem manajemen pengadaan menjadi hal penting untuk dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengadaan obat pada Apotek delima di kota Slawi. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Proses analisis data yaitu: reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan simpulan (conclusion).

Hasilnya proses pengadaan obat di Apotek Delima terencana dengan baik dengan fokus utama pada resep dokter. Meskipun beberapa PBF telah beralih ke aplikasi untuk pesanan obat, penggunaan surat pesanan konvensional masih umum. Penentuan kebutuhan stok cenderung mengutamakan resep dokter tanpa kriteria khusus dalam pemilihan distributor obat bebas, lebih berfokus pada ketersediaan obat yang sesuai dengan kebutuhan. Meskipun tidak ada hambatan signifikan selama proses pengadaan, pemantauan status pesanan obat jarang dilakukan oleh petugas apotek, walaupun informasi lebih mudah diakses jika menggunakan aplikasi.

Kesimpulannya, meskipun proses pengadaan berjalan lancar, masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti pemantauan status pesanan obat secara berkala dan penentuan kebutuhan stok obat bebas yang lebih spesifik.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


BPOM RI, 2021. (2021). Peraturan kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia nomor 24 tahun 2021 tentang Pengawasan pengelolaan obat, bahan obat narkotika, Psikotropika dan Prekusor Farmasi di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian. Badan Pengawasan Obat Dan Makanan Republik Indonesia.

Direktorat. (2019). Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotik. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 5–24.

Eddy Roflin, P. (2022). Metode Penelitian Kesehatan. Penerbit NEM.

Hikmawati, E. (2019). Penjualan Obat Pada Apotek Pusat Dan Cabang. NARATIF (Jurnal Ilmiah Nasional Riset Aplikasi Dan Teknik Informatika, 1(1), 1–8.

Ismaya, N. A., Tho, I. La, & Fathoni, M. I. (2019). Gambaran Kelengkapan Resep Secara Administratif dan Farmasetik di Apotek K24 Pos Pengumben. Edu Masda Journal, 3(2), 148. https://doi.org/10.52118/edumasda.v3i2.36

Kemenkes, 2016. (2016). PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2016 STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT.

Melian, Lusi Hamdani, D. (2016). Perancangan Model Sistem Informasi pengelolaan Obat Di Apotek (Studi Kasus : Apotek Rosa Farma). Teknologi Dan Informasi, 3(2), 10.

Nesi, G., & Kristin, E. (2018). Evaluasi Perencanaan dan Pengadaan Obat Di Instalasi Farmasi RSUD Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 7(04), 147–153.

PERMENKES RI. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1148/MENKES/PER/VI/2011 Tentang Pedagang Besar Farmasi. Jakarta, Juni, 1–27.

Prof.Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. ALFABETA.

Rikomah, S. E. (2017). Farmasi Rumah Sakit. Penerbit: Depublish.

Rosmania, F.A, Supriyanto, S. (2015). Analisis Sistem dan Prosedur Persediaan obat-obatan dalam upaya mendukung pengendalian intern. Studi Pada Rumah Sakit Islam Unisma. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/jaki.v3i1.2015.1-10




DOI: https://doi.org/10.52161/jiphar.v11i1.544

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats


Kantor Sekretariat:
SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU
Mail  : Jln. Indragiri Gang 3 Serangkai,Padang Harapan, Kota Bengkulu, Kode Pos : 38224, Indonesia
Telepon : (0736)27508
Fax : (0736)27508
E-mail : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
 
2019 STIKES Al Fatah